“Mengapa aku selalu bingung dengan hidup,
Tuhan ? Berilah petunjuk-Mu.”
Setiap orang mengalami gejolak bathin, antara idealitas dan realitas hidup. Melihat dunia yang semakin hari semakin glamour, aku konsisten dengan pendirianku, belajar di jalur yang idealis, utopis dan ngawang-ngawang. Padahal dunia menuntut sesuatu yang serba pragmatis. Pikiran itu selalu membayang-bayangi. salahkah aku memilih jalan ini ?
Hidup, aku ingin mengenalmu lebih dekat, tapi aku tidak bisa. Saat ada sesuatu yang menghampiriku, aku malah cuek dan pergi menjauhinya. Tuhan bodohkah aku ? Mungkin belum saatnya bagiku untuk memikirkan hal itu atau belum ada yang sealur dengan pemikiranku. lagi-lagi aku berharap sesuatu yang sempurna. Ini wajar, semua orang pasti menghendaki yang demikian. Aku ingat perkataan seoang ustadz ” Bermimpilah selagi kamu bisa bermimpi, karena sehala sesuatu dimulai dari mimpi. Walaupun ini bukan pernyataan yang mutlak benar, setidaknya dengan bermimpi kita bisa berusaha menuju mimpi-mimpi itu . Harapannya pasti dapat. Dengan adanya keinginan yang di topang usaha, semua akan ada hasilnya.
Kini, dia telah hilang. Aku ingin mendapatkanya lagi, tapi tidak bisa. Tuhan pun tidak mengabulkannya. Aku mengalami kebuntuan dalam hal ini. Kalau aku mengingatnya , hanya ada rasa sakit hati Aku memang bodoh. Biarlah aku berjalan dengan kebodohanku. Ketegasan dalam hidup memang harus dimiliki. Hidup ini hanya ada dua kategori yang harus di pilih, iya atau tidak, ingin hidup idealis atau realistis ?
sumber : Ridho Alhamdi ( ” Melawan Arus” )
Recent Comments